by

Anak Perempuan Harus Pakai Kacamata? Ini Cara Memilih Kacamata yang Tepat

Memelihara kesehatan mata sejak dini sangat penting untuk kesehatan anak sepanjang hidupnya. Ketika penglihatannya mengalami gangguan pun, tetap ajarkan bahwa merawat mata itu perlu. Menggunakan kacamata untuk menjaga agar kondisi mata tidak semakin parah juga harus tetap mereka jalani walaupun akibatnya mereka  menjadi tidak percaya diri. Anak jadi merasa terlihat serius dengan kacamatanya, dan tidak bebas bergerak. Agar kacamata tidak membuat mereka minder, bantu anak memilih kacamata anak perempuan lucu yang tepat sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

1. Pilih frame yang menonjolkan kelebihan wajah

Frame sebaiknya pas dengan wajah anak, sehingga meningkatkan rasa pede terhadap penampilan mereka secara keseluruhan. Wajah yang bulat butuh bentuk dan gaya frame yang sangat berbeda daripada wajah yang lonjong. Sedangkan wajah yang cenderung bersudut lebih cocok memakai frame bulat atau oval. Selain itu pilih yang frame-nya pas di wajah, tidak terlalu lebar. Frame yang oversize bisa membuat mata anak terlihat menonjol keluar.

2. Pilih bahan frame yang mudah dilenturkan

Frame plastik mungkin terlihat lebih keren, karena menggunakan warna-warna cerah dan modelnya juga lucu-lucu. Tetapi kalau kamu merasa jenis frame ini tidak ada yang pas untuk anak, frame metal juga cukup fleksibel, kok. Cari bahan titanium yang fleksibel dan spring hinges, yang bisa dibengkokkan dengan mudah tanpa khawatir  patah.

3. Fokus pada jembatan kacamata

Nose pad atau jembatan kacamata yang terlalu ketat akan mencegah posisi kacamata cukup dekat dengan mata anak.  Kalau terlalu kendur, frame akan mudah bergeser dan lepas. Kamu bisa tahu kacamata itu sudah pas  kalau ada sedikit ruang di antara pipi anak dan rim bagian bawah dari frame. Untuk anak di bawah 3 tahun, kamu juga bisa memilih wraparound glasses dari bahan silikon yang gagang telinganya menyatu dengan frame.

4. Utamakan keamanan, pilih yang tahan benturan

Lensa polikarbonat adalah yang paling tahan benturan. Sedangkan kacamata yang dilapisi  antipantulan mungkin akan lebih mahal, tapi biasanya menghasilkan pandangan yang lebih tajam karena memungkinkan lebih banyak paparan cahaya ke arah retina. Mana yang lebih baik, tentu kembali pada kebutuhan anak.

5. Perhatikan aktivitas anak, jika dia aktif tambahkan tali pada kacamatanya

Apakah anak tergolong aktif, tipe yang gemar berolahraga atau cenderung kutu buku? Apakah ia tipe yang tidak bisa diam atau yang selalu tenang dan tertib? Perilaku dan aktivitas anak ini juga perlu dipertimbangkan saat mencari kacamata yang cocok. Anak yang sangat aktif butuh kacamata yang daya tahannya kuat. Jangan memilih kacamata yang modelnya tidak praktis dan bahannya rapuh. Intinya, jangan sampai aktivitasnya sehari-hari jadi terbatas gara-gara kacamata yang dipakai.